Pemko Pematangsiantar dan Forkopimda Rakor Linsek Operasi Ketupat Toba 2026

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan SE MM bersama Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak SH SIK MH memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) dalam rangka Operasi Ketupat Toba Tahun 2026. Rakor bertempat di Aula Widya Satya Brata Mapolres Pematangsiantar, Selasa (10/03/2026).
Tampak hadir, Danrindam I/Bukit Barisan diwakili Kasi Pam Mayor Inf AS Turnip, Dandim 0207/Simalngun diwakili Pasi Intel Kapten Inf Ongku Siregar, Dandenpom I/1 Pematangsiantar diwakili Kapten CPM Siahaan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar diwakili Karin Tarigan SH, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pematangsiantar Johannes Sihombing SSTP MSi, Kasat Pol PP Hasudungan Hutajulu SH, Kadishub Drs Daniel Hamonangan Siregar, Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Herbet Aruan SPd MH, Kadis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sofyan Purba SSos, para kapolsek, dan para camat.
Kabag Ops, Kasat Lantas Polres Pematangsiantar Kasat Lantas Polres Simalungun, Kadishub, Kepala Depot Pertamina, Manajer PLN UP3 Pematangsiantar, Kadis PUTR, Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan, Kadishub, Kadis Kominfo, dan Penanggung Jawab Hutama Karya memberikan pemaparan yang Mengacu kepada kesiapan Operasi Ketupat Toba 2026.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi diwakili Asisten Zainal Siahaan berharap jajaran Pemerintah Kota (Pemko) dan instansi terkait agar dapat berkomunikasi memberikan informasi yang menenangkan kepada masyarakat. Termasuk terhadap harga-harga barang kebutuhan pokok.
“Kami mengajak teman-teman, mari kita lakukan komunikasi yang efektif dan betul-betul kita tunjukkan keadilan pemerintah, dalam rangka mewujudkan ketenteraman dan kesejahteraan masyarakat, terkhusus kepada teman-teman dari Pemerintah Kota Pematangsiantar. Tadi beberapa permasalahan yang telah disampaikan, tolong segera direspons, jangan slow respons,” tukasnya.
Bila slow respons, katanya, dikhawatirkan menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Tadi telah disebutkan ada jalan yang berlubang, kami meminta kepada seluruh OPD terkait untuk cepat merespons kondisi yang ada di masyarakat,” tuturnya.
Zainal juga menjelaskan, Pemko Pematangsiantar sudah ada website untuk melihat harga terkini kebutuhan bahan pokok.
“Jadi kita buat namanya Cik Laila, kepanjangan dari Cek Informasi Kebutuhan Pengendalian Inflasi Terintegrasi. Mudah-mudahan informasi itu dapat melengkapi Rakor Linsek kita ini,” katanya.
Zainal juga mengatakan akan melaporkan hasil Rakor Linsek kepada sekretaris daerah (sekda) dan wali kota.
Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Sitinjak menyampaikan, Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama pelaksanaan mudik, perayaan Idul Fitri, hingga arus balik.
“Oleh karena itu diperlukan kerja sama dan koordinasi yang baik dari seluruh instansi terkait guna mendukung kelancaran pelaksanaan operasi. Rakor Lintas Sektoral ini sangat penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergitas, serta memaksimalkan koordinasi antar instansi agar pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Sah Udur.
Sah Udur juga menekankan fokus pengamanan pada sejumlah objek vital, seperti rumah ibadah, pusat perbelanjaan, tempat wisata, terminal, jalan akses tol dan ringroad, stasiun, serta pengaturan arus lalu lintas pada titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
Selain itu, dalam rapat ia membahas mengenai ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama pelaksanaan arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri.
“Berdasarkan koordinasi dengan pihak terkait, stok BBM di wilayah Kota Pematangsiantar diperkirakan dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama berlangsungnya Operasi Ketupat Toba 2026,” jelasnya.
Sah Udur meminta Dinas PUTR segera melakukan perbaikan terhadap ruas jalan yang mengalami kerusakan, khususnya pada jalur yang berpotensi dilalui masyarakat saat arus mudik dan arus balik guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Selanjutnya, ia mengingatkan terkait pelaksanaan Sholat Idul Fitri, agar dilakukan pengamanan secara optimal. Sehingga masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan aman, tertib, dan nyaman. Personel pengamanan diharapkan bersinergi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Sah Udur turut menyoroti terkait perlintasan kereta api (KA), khususnya perlintasan yang belum dilengkapi palang atau rambu pengaman.
"Saya meminta agar instansi terkait bersama petugas di lapangan melakukan pemantauan dan pengawasan secara maksimal guna mengantisipasi potensi kecelakaan serta memastikan keselamatan masyarakat. Seluruh pihak dapat menyamakan persepsi dan langkah strategis sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026 di Kota Pematangsiantar dapat berjalan aman, tertib, dan lancar," kata Sah Udur. (*)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!