Wali Kota Wesly Puji KK Fair 2026 sebagai Ruang Ekspresi Kreativitas dan Bangun Potensi Anak

KK Fair 2026 dengan tema “Inside Out: Colour of Us” yang digelar Yayasan Kalam Kudus Pematangsiantar bukan sekadar ajang pertunjukan dan pameran pendidikan. Namun juga menjadi ruang ekspresi, kreativitas, dan membangun potensi anak.
Pujian tersebut disampaikan Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn saat memberikan sambutan sebelum membuka KK Fair 2026, di Lantai 1 Suzuya Merdeka Mall, Jalan Merdeka Kelurahan Pardomuan Kecamatan Siantar Timur, Sabtu (28/02/2026) siang.
Wesly yang hadir bersama Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny Liswati Wesly Silalahi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan KK Fair 2026 yang dirangkai Launching Pearson Edexel Curiculum UK.
“Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Pematangsiantar dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan membangun sumber daya manusia yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,” terang Wesly.
Lebih lanjut Wesly memberikan apresiasi atas keberanian anak-anak yang tampil di depan umum. Menurutnya, tampil di depan umum adalah proses pembelajaran yang luar biasa.
“Dari panggung seperti inilah akan lahir generasi yang percaya diri, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan menuju Generasi Emas Tahun 2045,” sebutnya.
Kepada para orang tua, Wesly juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada pihak sekolah.
“Sinergi antara sekolah dan keluarga adalah kunci keberhasilan Pendidikan,” tukasnya.
Usai memberikan sambutan, Wesly membuka KK Fair 2026 dan Launching Pearson Edexel Curiculum UK dengan pukulan gong.
Sebelumnya, Ketua Yayasan Kalam Kudus Indonesia Pusat Sulaiman mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wesly dan Ny Liswati. Menurutnya, Yayasan Kalam Kudus telah hadir di Kota Pematangsiantar sebagai salah satu yayasan pendidikan yang berbakti bagi bangsa dan negara.
Yayasan Kalam Kudus Pematangsiantar, katanya, merupakan salah cabang terbesar untuk jumlah siswa. “Kami memiliki 29 cabang di seluruh Indonesia. Kami terus melayani dengan baik dan setia berdasarkan visi misi melayani di bidang pendidikan. Kami memiliki 162 unit di seluruh Indonesia, dengan 22.461 siswa dan 25 ribu guru/karyawan,” terangnya.
Sulaiman mengucapkan terima kasih kepada Pemko Pematangsiantar. Ia memohon agar Pemko Pematangsiantar terus mendukung Yayasan Kalam Kudus untuk bergerak dalam bidang pendidikan.
“Bersama pemerintah membangun Siantar. Acara ini telah dikonsep dengan baik. Kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik dan dengan hati. Semoga kami bisa terus menjadi berkat dan berkarya di Pematangsiantar,” harap Sulaiman.
Sulaiman optimis Kota Pematangsiantar akan semakin maju dan berkembang.
“Dulu, dari Medan ke Siantar, perjalanan beberapa jam. Sekarang dari bandara (Kualanamu) ke Siantar hanya satu jam lebih. Ini menunjukkan Siantar semakin berkembang,” tandasnya.
“Mari bersama terus mendedikasikan diri, melayani sepenuh hati, dan melayani yang terbaik bagi Kota Siantar,” ajaknya.
Selain penampilan siswa-siswi, juga diumumkan pemenang lomba. Selanjutnya, Wesly dan Ny Liswati menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba. Dilanjutkan penyerahan plakat sekaligus ucapan terima kasih kepada Wesly, Sulaiman, perwakilan Polres Pematangsiantar, dan Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar.
Ketua Yayasan Kalam Kudus Indonesia Pematangsiantar Evangelis Su Chuan Jingga SE MTh mengucapkan terima kasih kepada Wesly dan seluruh pihak yang telah hadir.
“Semoga kebersamaan hari ini mempererat persaudaraan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pematangsiantar,” katanya.
Di sela-sela acara, Direktur Pelaksana Yayasan Kalam Kudus Indonesia Cabang Pematangsiantar Paulina Oscar SPd menerangkan, acara KK Fair 2026 bertujuan memperkenalkan sekolah Kalam Kudus ke masyarakat. Sehingga masyarakat mengetahui ada sekolah bermuatan lokal namun bertaraf internasional.
Sekolah Kalam Kudus, katanya, memberikan wadah kepada anak-anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensi masing-masing.
“Setiap anak memiliki keunikan, punya bakat dan potensi berbeda. Jadi kita berupaya mengembangkan bakat dan potensi tersebut, sehingga bisa tersalur dengan baik,” katanya.
Masih kata Paulina, di Kalam Kudus Pematangsiantar, katanya, ada tiga program, yakni Reguler (menggunakan Kurikulum Merdeka), Bilingual Class (Kurikulum Nasional dan internasional), serta Global (integrasi nasional dan internasional). Nah, siswa yang lulus dari program Global, maka akan memiliki dua ijazah, yaitu ijazah nasional dan ijazah internasional.
“Hari ini kita launching Pearson Edexel Curiculum UK. Sehingga, Kalam Kudus Pematangsiantar berwenang menyelenggarakan ujian internasional, yaitu English, Math, dan Science. Siswa dari sekolah lain juga bisa mengikuti ujian tersebut,” terang Paulina.
Turut hadir, Gembala Sidang Gereja Kristen Kalam Kudus Indonesia Pdt Timotius STh MA, Majelis Gereja Kristen Kalam Kudus Indonesia Johanes STh dan Lisa, Badan Pengurus Yayasan Kalam Kudus Indonesia Pematangsiantar Tony, dan lainnya. (*)
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!